![]() |
| sumber |
Mendengar
kata Martapura, yang terbersit adalah intan dan kereligiusan kota tersebut.
Mengingat Martapura adalah tempat penambangan intan tradisional terbesar
sekaligus penghasil intan terbesar di Indonesia. Agama mayoritas di Martapura
adalah Islam. Martapura dikenal sebagai pusat pembelajaran agama Islam di
Kalimantan Selatan yang ditandai dengan banyaknya ulama serta pondok-pondok
pesantren yang berasal dan berada di Martapura.
Penduduk
asli Martapura adalah suku Banjar. Selain suku banjar penduduk mayoritas juga
berasal dari Suku Jawa, Suku Madura, Suku Bugis, dan lain-lain. Bahasa
sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Banjar dan bahasa Indonesia.
Selain intan
dan kereligiusannya, Martapura juga sangat identik dengan wisata pasar terapung
Lok Baintan. Di sana kita akan menemukan para pedagang yang berjualan di atas
perahu di sungai Martapura. Mereka menjual beraneka ragam seperti kue-kue
tradisional, buah-buahan, dan juga makanan seperti nasi kuning, rawon, dan
masih banyak lagi. Kalau kalian mau tahu silakan langsung saja pergi ke sana.
Dan nikmati pemandangan unik pasar di atas sungai yang akan berlangsung pada
pagi hari hingga agak siang.
Selain itu
kita juga dapat berbelanja oleh-oleh khas Banjar dan Martapura di Pusat Toko
Intan Jl. A Yani. Disana kita dapat menemukan banyak pedagang yang berjualan
intan, batu akik, kain sasirangan, serta aksesoris-aksesoris yang sangat
berciri khas suku Banjar. Selain aksesoris, kita juga bisa membeli jajanan
seperti kue-kue kering, amplang, dan berbagai kerupuk di sana.
Senang
rasanya dapat tinggal di kota Martapura, ada rasa nyaman dan aman di sana
karena banyaknya para ulama dan setiap hari dapat melihat santri-santri yang
ganteng dan adem kalo dilihat wkwkwkw.
Sampai di
sini dulu yaa cerita tentang Kotaku. Lain kali aku ajak kalian mengunjunginya
langsung biar gak penasaran hehee..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar